Serba-Serbi Jenis Penjahat Apartemen di Lingkungan Apartemen dan Cara Menanganinya

police-2122376_1920
Sumber: ROOKIE23

Baik saat kita menjadi orang yang menyewa apartemen atau tinggal di apartemen, kehidupan apartemen selalu menjadi kehidupan yang ramai. Karena itu, sebagai penghuni apartemen, kita akan selalu bertemu dengan orang-orang baru dengan berbagai macam kepribadian mereka yang unik dan berbeda-beda satu dengan yang lainnya.

Di balik semua keramaian itu, terkadang ada pula “penjahat menyelinap” yang ada dalam apartemen kita. Baik diakui atau tidak, penjahat-penjahat apartemen ini begitu pintar hingga seringkali kita pun tidak menyadari keberadaannya. Parahnya, tidak sedikit dari kita yang ngotot kalau penjahat itu orang baik. Oh, come on!

Padahal, namanya kejahatan, kalau dibiarkan bakal berkembang dan merusak keseluruhan apartemen. Karena itu, mari kita identifikasi jenis-jenis penjahat tersebut dan cara-cara untuk menanganinya:

1. Si “Ghost Hand

hand-427504_1920
Sumber: jarmoluk

Memang, seringkali “pencuri” adalah jenis penjahat yang muncul di pikiran kita saat membaca mengenai “ghost hand” dalam poin ini. Terkadang, ada pula yang menyebut dengan sebutan lain semacam “monkey hand” atau sejenisnya.  Wajar saja, mengingat pencuri identik dengan tangannya yang super-jahil.

Lebih dari sekadar pencuri, si “ghost hand” sebagai penjahat apartemen adalah orang yang pintar menyembunyikan diri. Ia bisa saja nampak bersahabat dan murah hati, apalagi kalau menyangkut ide-ide kegiatan malam yang seru dan tidak berisik.

Tanpa kita ketahui, si “ghost hand” mulai mencuri persediaan yang penting dalam kamar atau lingkungan apartemen kita. Awal-awal, kita hanya tahu kalau makanan atau snack yang baru saja kita beli tiba-tiba raib, lalu lama-lama perhiasan yang raib, dan bergerak terus ke mobil dan motor dan…

…Tunggu dulu, karena sesungguhnya, “ghost hand” ini cukup mudah ditangani. Intinya, jangan mudah percaya pada orang asing, apalagi kalau sifat positifnya sudah mulai tidak wajar.

Kalau sudah terlanjur terkena imbas sifatnya, lebih baik laporkan pada pemilik apartemen, satpam, polisi, atau pihak-pihak lain yang berhubungan sekalinya kita melihat gerak-gerik yang mencurigakan. Gunakan pula aplikasi pendeteksi kebohongan atau alat sidekick keamanan lainnya untuk mencegah timbulnya kejahatan yang lebih masif.

2. Si “False Reporter

photographer-1029391_1920
Sumber: 3dman_eu

Satu lagi salah paham yang mungkin terjadi mengenai tipe penjahat apartemen “False reporter” ini. Biasanya, yang di pikiran kita saat mendengar tentang “false reporter” adalah orang-orang tukang gosip. Padahal, yang benar tidaklah demikian, karena sesungguhnya, “false reporter” jauh lebih menyebalkan ketimbang si tukang gosip.

Seperti namanya, “false reporter” selalu berusaha mencari berita. Mungkin impian dia jadi wartawan atau jurnalis ternama, namun cara dia menyampaikan sungguh tidak terpuji.

Tidak hanya berhenti di seputar melontarkan pertanyaan, jawaban, solusi, dan guyonan yang tidak pada tempatnya pada penghuni apartemen lain. Terkadang, si “false reporter” dengan beraninya memasuki ranah pribadi korban dan memaksa korban untuk terus mengikuti alur “cerita”-nya yang nonsense pake banget.

Tingkah laku “false reporter” seperti ini sesungguhnya didasari oleh kekurang pahamannya tentang kode etik Jurnalistik. Percaya tidak percaya, kalau dia sudah memahami itu semua, pasti bisa membedakan yang mana yang seharusnya dibuat berita dan yang mana yang seharusnya tetap menjadi privasi. Tambahannya, dia juga akan mengetahui cara-cara berkomentar dan berargumen yang sesuai dengan tata krama serta sopan santun, apalagi untuk para penghuni apartemen.

Solusinya, identifikasi kebutuhan dia sebenarnya. Biasanya, tipe-tipe penjahat apartemen “false reporter” ini cenderung memiliki kesedihan yang disembunyikan, yang tidak akan dapat diketahui sembarang orang kecuali kita dekat dengannya. Jangan takut untuk mendengarkan cerita dan keluh kesahnya, siapa tahu, dari sana ia bisa bertobat dan menemukan jati dirinya yang sesungguhnya.

3. Si Penjahat Cinta

valentines-day-2040959_1920
Sumber: jill111

Hayo, siapa yang lagi galau? Mungkinkah kita yang mencari-cari tempat jual apartemen adalah juga orang-orang yang mencari jodoh dalam apartemen? Awas, mungkin kita adalah sasaran empuk dari tipe penjahat apartemen bernama “si penjahat cinta” ini.

Berbeda dengan kedua tipe penjahat sebelumnya, manifestasi “si penjahat cinta” bisa banyak. Namun, yang paling sering ada dalam kehidupan apartemen adalah mereka yang “habis manis sepah dibuang” dan mereka yang juga ternyata sama-sama cari jodoh.

Sama seperti si “ghost hand“, tipe “habis manis sepah dibuang” ini awalnya tidak kelihatan seperti seorang penjahat apartemen. Karena pintarnya ia bersandiwara, kita langsung berpikir kalau ia inilah laki-laki atau perempuan yang sempurna. Ternyata, justru dia ujung-ujungnya melakukan perbuatan tidak terpuji, mulai dari tidak menghargai kita hingga melecehkan tubuh jasmani kita.

Untuk jenis penjahat apartemen “sama-sama cari jodoh”, mungkin kita tidak tahu mengapa saya menyebutnya “penjahat apartemen”. Karena sesungguhnya, tipe-tipe inilah yang merebut hati dan membutakan mata batin kita.

Secara umum, menangani dua tipe penjahat ini kuncinya hanya jangan baperan. Senantiasa koreksi diri kita sendiri tentang apa yang perlu kita benahi, karena biasanya orang-orang ini ada karena apa yang tercurah dalam lubuk hati kita. Biasanya, semakin kita menghargai diri sendiri, semakin kita dapat menemukan jodoh yang juga menghargai dan mau menerima kita apa adanya.

***

Tiga jenis penjahat apartemen di atas, yakni si “ghost hand“, si “false reporter“, dan si penjahat cinta adalah jenis “penjahat” yang kerap dijumpai dalam kehidupan apartemen di seluruh dunia. Dengan adanya solusi untuk masing-masing jenis penjahat, kini kita tahu cara “memerangi” mereka.

Jadi, siapkah Anda berperang lawan penjahat?

Leave a Reply