Warna-Warna Penghias Apartemen Ini Cerah, Namun Mematikan: Kok Bisa?

apartment-2094680_1920
Sumber: jarmoluk

Siapa yang tidak senang kalau di sekitarnya terdapat bermacam-macam benda dengan warna yang indah? Mengingat manusia merespon warna dengan baik, maka yakinlah, tidak ada seorangpun yang akan menjawab pertanyaan tersebut dengan kata “Tidak”.

Apalagi, saat ini tren apartemen warna-warni sedang booming, di mana baik eksterior maupun interior apartemen hampir semuanya memiliki warna-warni yang indah. Kendati demikian, kita perlu ingat tidak semua warna penghias apartemen adalah warna yang benar-benar baik untuk diaplikasikan pada apartemen tempat kita tinggal.

Warna-warna penghias apartemen yang ceria berikut ini adalah contoh-contoh warna penghias apartemen yang sebenarnya mematikan, dan ini dia penjabarannya mengapa:

Merah Muda (atau Pink)

doll-house-2016500_1920
Sumber: bon2323

Warna pink yang identik dengan kelembutan dan sisi feminin ini ternyata berpotensi untuk “mematikan” apartemen, termasuk ruang di dalamnya. Kita mungkin shock saat mendengar hal ini, namun, bagaimana bisa hal tersebut terjadi?

Karena eksklusivitas warna pink tersebut, warna ini menjadi warna yang memisahkan antara perempuan dan laki. Mengingat apartemen saat ini sudah membuang sekat pemisah antar jenis kelamin penghuninya, maka ruangan yang menggunakan terlalu banyak warna pink dapat mengasingkan penghuni laki-laki yang tidak aman dengan warna tersebut, apalagi kalau ruangannya adalah ruangan publik seperti ruang tamu atau ruang makan.

Kuning

centerpiece-714019_1920
Sumber: smartmdblond

Warna kuning sebagai warna penghias apartemen boleh saja menjadi warna yang paling banyak disukai orang untuk menghias interior apartemen mereka. Namun, bila terlalu banyak warna kuning di sekitar apartemen, warna yang identik dengan kecerahan ini dapat menjadi mematikan untuk diaplikasikan.

Pertama, warna kuning akan memberikan kesan kuno pada apartemen, apalagi apabila penerapannya di tembok atau barang-barang “besar tak bergerak” lain dalam apartemen. Kedua, warna kuning berpotensi menimbulkan kelaparan secara terus-menerus, sehingga menyebabkan orang gagal diet yang berujung pada berbagai penyakit terkait kolesterol akibat penerapan warna kuning yang terlalu banyak pada apartemen.

Merah Hati

living-room-1032732
Sumber: diegodiezperez123

Selain kuning, warna merah hati merupakan warna kuat yang terkesan elegan dan eksotis bagi sebagian besar penghuni apartemen masa kini. Karenanya, warna merah hati kerap dijadikan pilihan utama saat hendak mendekorasi apartemen.

Terlepas dari itu semua, terlalu banyak menggunakan warna merah pada apartemen akan memancing emosi orang secara tidak sadar. Karena yang kita lihat tiap hari adalah warna merah, tidak heran kita menjadi penghuni yang suka marah-marah meskipun yang kita lihat adalah warna merah hati yang cerah. Selain itu, orang yang tinggal di apartemen dominan warna merah hati berpotensi menjadi orang yang mudah stres dan tertekan.

Ungu Muda

wooden furniture and violet teen room decorating
Sumber: putri livia

Tidak berbeda jauh dengan pink yang memberi kesan feminin dan lembut, warna ungu muda sebagai warna penghias apartemen juga memberi kesan elegan yang memancing pemikiran dan diskusi yang hangat di sekitar ruangan yang dipengaruhi oleh warna cerah satu ini.

Siapa sangka, di balik kecerahannya, warna ungu muda memiliki reputasi yang buruk. Karena warna ini termasuk turunan dari warna ungu yang identik dengan warna janda, maka bisa dibayangkan apabila Anda penghuni apartemen dengan warna dominan ungu muda. Sebagai akibatnya, warna ini sungguh tidak recommended untuk si sensitif yang gagal move on, meskipun warna ungu muda adalah warna yang cerah.

***

Keempat warna di atas, yakni merah muda, kuning, merah hati, dan ungu muda, merupakan empat warna terang yang seharusnya dapat menjadi warna penghias apartemen yang ceria, namun sebenarnya mematikan.

Karena kita sudah mengetahui letak bahaya “mematikan” dari masing-masing warna, paling tidak saat kita hendak menyewa apartemen atau tinggal di dalamnya, kita jadi lebih tahu mengenai porsi warna yang cocok untuk diterapkan, sehingga tidak menjadi over-applied atau menimbulkan perasaan negatif saat kita masuk ke dalam apartemen tempat tinggal kita.

Akhir kata, selamat memilih warna dekorasi apartemen Anda, dan semoga berhasil!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *